Senin, 30 Desember 2013

Contoh Outline

Tema : Rokok
Tujuan : Mengetahui Efek Penggunaan Rokok
Judul :  Sejarah Rokok Beserta Dampaknya
1.       Definisi
1.1   Definisi Rokok
2.       Sejarah dan Asal Usul Rokok
2.1   Sejarah Awal Rokok
2.2   Sejarah Rokok di Indonesia
3.       Jenis Rokok
3.1   Rokok Berdasarkan Bahan Pembungkus
3.2   Rokok Berdasarkan Bahan Baku atau Isi
3.3   Rokok Berdasarkan Proses Pembuatannya
3.4   Rokok Berdasarkan Penggunaan Filter
4.       Kandungan Rokok
4.1   Kandungan Asap Rokok
4.2   Komponen Gas Asap Rokok
4.3   Partikel yang Terkandung di Dalam Rokok
5.       Bahaya Rokok
5.1   Terhadap Kesehatan Manusia
5.2   Terhadap Lingkungan

6.       Kesimpulan

Sabtu, 30 November 2013

Outline

Pengertian Outline menurut bahasa adalah : kerangka, regangan, gari besar, atau guratan. Jadi Outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur.
a. Manfaat Outline ( Kerangka Karangan )
1. Untuk menjamin tulisan terarah,dan konseptual
2. Untuk menyusun krangka karangan secara teratur
3. Membantu penulis melihat gagasan dalam kilas pandang,sehingga tulisan memiliki hubungan timbal balik yang disajikan dengan baik

Minggu, 10 November 2013

Topik, Tema, Judul

1.       Topik
1.1        Pengertian Topik
             Topik berasal dari bahasa Yunani “topoi” yang berarti tempat. Dalam tulis menulis berarti pokok pembicaraan atau sesuatu yang menjadi landasan penulisan suatu artikel. Kalau yang kita bicarakan hanya satu masalah saja, maka hal semacam itu topik tunggal. Akan tetapi, kadangkala kita mula-mula membicarakan satu masalah saja, kemudian berkembang kepada masalah lain, maka topiknya menjadi banyak. Topik semacam itu kita sebut multitopik atau topik ganda.

Rabu, 06 November 2013

Alinea

A.      Pengertian Alinea
Paragraph (alinea) selalu kita temukan dis etiap wacana yang kita baca, tentunya wacana yang lebih dari satu kalimat atau terdiri dari beberapa kalimat. Wacana yang terdiri dari beberapa kalimat biasanya selalu menggunakan paragraph/alinea untuk memudahkan pembaca memahami, ataupun menandai suatu bacaan.
Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat. Alinea merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.

Senin, 04 November 2013

Kalimat Efektif

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.
Efektif mengandung pikiran tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula. Beberapa definisi kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa:

Jumat, 18 Oktober 2013

Pola Kalimat Dasar

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan suatu pikiran yang utuh. Karena itu, kalimat dapat dilihat sebagai satuan dasar dalam suatu wacana atau tulisan. Pada sebuah kalimat, sekurang-kurangnya harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). Bila tidak memiliki subjek dan predikat maka bukan disebut kalimat melainkan frasa. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, keras lembut, sela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).

Jumat, 11 Oktober 2013

Diksi


Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).  Diksi dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua “diksi” yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi daripada pemilihan kata dan gaya.